Semarang Linux Release Party Sukses

Ahad 15 Mei 2011 merupakan sejarah baru bagi rekan KLISSE (KPLI Semarang).  Semarang Linux Release Party sukses diselenggarakan dengan menggandeng kerjasama dengan BlankOn Training Partner di Semarang yaitu LP3I BC Semarang.  Mengambil tema Free Open Source Software Indonesia Linux: Aplikasi Murah, Handal, dan Dinamis bagi Bisnis dan Pendidikan serta mengusung Pembahasan Release 4 Distro yaitu Ubuntu yg dibawakan Pak Arya Dilaga (pengusaha), Tea Linux (Doscom), LinuxBiasaWAE (Agus Muhajir) dan BlankOn Linux (Ainul Hakim) menjadikan acara ini meriah dan dihadiri 200 peserta Seminar.  Pada akhir acara ditutup dengan serah terima simbolis regenerasi KPLI Semarang yg sekarang di pimpin oleh Krida Pandu Gunata.

Dan pada hari ini Suara Merdeka muncul tulisan hasil wawancara pada event tersebut :

Linux Mudahkan Data Base Pendidikan

SEMARANG- Sistem Linux dinilai memudahkan data base pendidikan, termasuk mengkonsep sistem informasi yang tak menyulitkan kalangan pendidikan terutama para siswa untuk mengakses. Selain itu, sistem Linux memakai perangkat lunak gratis atau open source software.

“Tentu saja, hal itu lebih murah dibanding perangkat OS Windows. Sebagai contoh, kita ambil ontoh Distro Ubuntu untuk pendidikan. Sifatnya open sorce dan legal tanpa ada biaya lisensi yang mahal. Fitur pun lengkap mulai dari office, multimedia, browser, hingga aman dari virus dan stabil. Tapi mungkin gara-gara kurang dikenal, jadinya pemakaian Linux terkesan sulit dan tidak semudah OS Windows,” kata Rusmanto Maryanto, Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia.

Hal tersebut dipaparkan dalam workshop bertema “Free Open Source Software Indonesia Linux: Aplikasi Murah, Handal, dan Dinamis bagi Bisnis dan Pendidikan” yang diadakan oleh LP3I Business College Semarang di Pusdiklat BKK Jateng, baru-baru ini.

Rusmanto menekankan, ke depan, pemerintah hendaknya mempelopori institusi pendidikan agar menggunakan Linux karena terbukti lebih memudahkan urusan pendidikan. Dengan adanya Linux, siswa juga tidak lagi membajak. “Memang untuk merubah kondisi ini, cukup sulit. Namun, harus dilakukan agar pendidikan di Indonesia tak lagi konservatif,” ujar dia.

Optimal

“Memang tidak bisa 100 persen langsung menghentikan proses pembajakan, tapi setidaknya ada proses untuk mengajarkan itu. Untuk tahap awal, bisa memakai sistem dual boot atau virtualisasi (Virtualbox, VMWare). Kalo sudah mantap, baru melakukan single boot dengan Linux saja,” ungkapnya.

Dalam Linux, banyak aplikasi tentang pendidikan. Diantaranya, KStars yakni aplikasi desktop planetorium untuk mengamati benda-benda di langit atau planet-planet dalam bentuk program komputer desktop atau untuk menentukan bulan Qomariyah, serta Kalzium untuk menemukan informasi tentang unsur-unsur kimia sehingga diharapkan siswa lebih senang mempelajari mata pelajaran Kimia yang selama ini dianggap sulit.
Branch Manager LP3I BC Lalang Praditya menuturkan, pihaknya selama ini telah melakukan pengajaran Linux secara langsung ke berbagai sekolah.

Hasilnya, banyak yang tidak kesulitan dan berharap pemerintah mempelopori agar Linux dimanfaatkan secara optimal untuk kelancaran proses pendidikan. “Kini juga ada aplikasi BlankOn yang semakin memudahkan data base pendidikan,” imbuhnya. (H70-44)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/24/147459/Linux-Mudahkan-Data-Base-Pendidikan

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes