Menuju Kampung Akhirat

Semua berawal… dan semua berakhir
sungguh memang sesuatu yang PASTI di dunia ini hanyalah kematian, rakyat akan mati, rajapun juga akan mati…

Sudahkah kita mempersiapkan bekal menuju tujuan yang PASTI itu, dan mau atau tidak mau pasti akan datang, kapanpun… menuju Kampung Akherat

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes

dimulai dengan DOA saat rangkain sholat yang khusuk maka akan merasakan nikmatnya istirahat raga dan kedekatan dengan Sang Khalik
setelah itu BEKERJA dengan giat dan sungguh sungguh
dan kemudian TAWAKAL kembali mengingat bahwa ada Sang Maha Kuasa yang akan menentukan hasilnya, agar saat berhasil kita tetap ingat pada Alloh, tetap baik, rendah hati dan tidak sombong, atau jika hasilnya kurang memuaskan ya itu sudah kehendak… berarti lebih giatkan DOA dan kembali BEKERJA dengan baik, agar semangat tetap terjaga… ingat orientasi kita tidak hanya jangka pendek di dunia ini saja (kerja kerja kerja)… tapi jauh visi kedepan yaitu kampung akherat ! (doa kerja tawakal)10347705_10203884999823789_3150594614369358828_n

Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Pria itu mengatakan, “Aku tidak mengerjakan apa-apa sehingga rezekiku datang kepadaku.” Lalu Imam Ahmad mengatakan, “Orang ini tidak tahu ilmu (bodoh). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Allah menjadikan rezekiku di bawah bayangan tombakku.” Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda (sebagaimana hadits Umar di atas). Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. (Lihat Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, 23/68-69, Maktabah Syamilah)

Al Munawi juga mengatakan, “Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa tawakal tidak harus meninggalkan sebab, akan tetapi dengan melakukan berbagai sebab yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rezeki dengan usaha sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rezeki. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi bisyarhi Jaami’ At Tirmidzi, 7/7-8, Maktabah Syamilah)

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes